03
Nov
08

Laporan Perjalanan Touring Kemah Wisata Pelabuhan Ratu (episode 2)

Lanjutan dari episode 1

 

Setelah capek melakukan perjalanan dan kegiatan di pantai, Nampak para peserta kelelahan dan mulai ngantuk. Ada yang gogoleran di saung, ada yang tidur sambil duduk ada juga yang cuman nguap. Akhirnya diputuskan mencari tempat untuk istirahat dan nyimpen motor yang aman. Bro Abe yang rupanya sudah sering nongkrong di Pelabuhan Ratu punya banyak link untuk mencari penginapan. Kita pun bergerak ke lokasi istirahat yaitu sebuah hotel tak jauh dari lokasi kemah. Namanya hotel Matra Indah. Waktu itu sudah jam 23.30 kita diberi tempat sebuah ruangan besar untuk memarkir motor, tertutup lagi, aman dah. Tapi yang tidur di hotel cuman motornya aja lho… Penumpangnya mah kebagian sebuah rumah sederhana dengan kamar tiga, ruang tamu plus kasur dan dua buah kamar mandi. Ini terhitung mewah bagi saya yang biasa tidur di rumah yang hanya satu kamar, satu kamar mandi dan satu dapur, hehehe…maklum perum tipe 21. Hahaha…

 

Masuk ke penginapan, yang capek langsung pada tidur, tapi banyak juga yang masih mengobrol sampe pagi. Kalau saya termasuk yang duluan tidur jadi udah gak inget apa-apa lagi. Tau-tau jam 3 pagi lewat Donas manggil-manggil dari luar rumah memberi tahu bahwa rombongan Pulsarian dari Jakarta udah ada di depan. Tapi semua udah pada tidur, ya sudah aku juga tidur lagi, sorry bro..

Mata saya mulai kebuka lagi jam 5.30, astagfirullah, belum sholat subuh nih,cepet-cepet ke kamar mandi wudhu, terus ke kamar belakang. Eh, kosong..rupanya penghuninya sudah pada keluar duluan. Habis sholat dilihat yang lain masih pada tidur, ya sudah jalan-jalan ke luar ketemu sama Lilik, beberapa anggota BOSCO rupanya sudah pada nongkrong di depan hotel. Wei….rupanya ada pemandangan bagus deretan rapih motor pulsar dari Pulsarian PRA Squadron, mantafff brooo..

Beberapa saat kemudian, para penghuni penginapan sudah pada bangun dan ikut nimbrungin motor sesamanya. Orang hotel ngasih tau untuk cepet-cepet mengeluarkan motor dari ruangan soalnya takut keburu bosnya datang bisa diomelin. Ayo-ayo keluarin en jejerin di depan hotel biar penuh dah ni hotel sama motor produk Bajaj ini. Sambil sedikit promosi sama yang lalu lalang di depan hotel.

Emang bagus antusiasme yang lewat, pasti kepalanya pada noleh dulu ke arah deretan motor, abisnya meskipun pada lecek kena lumpur masih keliatan aura ekslusifnya duhhh….

 

Sebelum pulang, kita sempatkan waktu untuk foto bareng, BOSCO dan Pulsarian PRA Squadron. Pukul 7.30 kita berangkat bareng sebanyak 40 motor dengan Bro Abe sebagai forider. Rute kepulangan sengaja tidak mengambil jalur keberangkatan, kita lewat jalur Cikidang, wah medannya lumayan menantang dan menguras tenaga.

Pemandangan sepanjang jalur pulang ini sungguh luar biasa, pebukitan, gunung-gunung, pepohonan yang masih asri, jalan yang membelok tajam, turunan curam, tanjakan yang membelok patah-patah dilatar belakangi warna biru lautan, sungguh mempesona. Sayang tidak sempat terabadikan kamera karena kita semua konsentrasi penuh pada jalan yang dilalui.

Di awal perjalanan, aspal masih mulus, maklum masih diseputaran kompleks kantor pemerintahan Kabupaten Sukabumi. Belok kiri masuk ke jalur yang lebih kecil, barulah terasa perbedaan permukaan jalan, sebagian bergelombang, sebagian ada yang pada lepas lapisan aspalnya menyisakan tonjolan batu-batu koral yang membuat motor rada bergetar. Untunglah pulsar mempunyai system suspensi yang lumayan empuk. Shockbreaker depan dan belakang berfungsi maksimal meredam getaran dari jalan. Tanjakan demi tanjakan kami jajaki, turunan demi turunan kami rayapi dan belokan demi belokan kami lakoni semua dengan konsentrasi penuh.

Berjalan kurang lebih satu jam setengah, barulah kita masuk ke areal perkebunan sawit, disini aspal lebih mulus ful hotmix, serasa di sirkuit tiap belokan bisa dilakukan dengan rebahan. Wahh…nyaman banget. Tapi arus lalu lintas mulai sedikit padat, karena kalau sebelumnya kita berpapasan hanya dengan sesama motor, kadang mobil itu pun jarang. Tapi sekarang sudah ditambah dengan angkot yang kadang tidak mau mengalah memberi jalan. Coba saja diukur 40 motor berjalan beriringan dengan jarak antar motor kurang lebih 2-5 meter, berarti sepanjang 100 meter-200 meter arus jalan terpakai oleh kami.

Speed rata-rata 35 – 45 km/jam, kadang 50 km/jam membuat sedikit mengantuk, apalagi ketika di jalur mulus, bahkan bro Dika sempet-sempetnya nelpon pake hape di atas motor dengan sebelah tangan. Wah, hati-hati bro…meleng dikit gak sempat belok, tekor deh… Aka #002 sempat beberapa kali menyalip rombongan untuk mendapat angle yang baik untuk bidikan handycamnya. Toopp acungkan jempol tiap melewati depan kamera!

Akhirnya kita pun sampai di jalan keluar Cikidang Cibadak, rombongan belok kanan kemudian belok kiri di Pom Bensin Cibadak. Waktu menunjukkan pukul 9 lewat. Tibalah saatnya berpisah rombongan BOSCO dan rombongan Pulsarian PRA Squadron. Thanks bro semua, selamat berpisah hati-hati di jalan. Kita pun bersalaman dan berjanji ketemuan lagi di Jakarta, wah kapan nih??? Keep brotherhood.

Setelah salam toet-toet, rombongan BOSCO meluncur ke arah timur menuju Sukabumi. Walah bro Abe speednya kenceng banget nyampe 75 kpj abongkena tinggal 14 motor lagi, tinggaleun yeuh… tapi masuk Cibadak yang sudah langganan macet mah angger we ngarayap lagi. Keluar Cibadak, kembali speed 70-75 kpj terbaca di speedometer. Zuing zuing toot toot wuiw wuiw.

Jangan salah yah, speed 75 kpj di Pulsar sama dengan speed 90 kpj di motor lain, itu sudah termasuk ngebut apalagi di jalanan yang padat seperti jalur Cibadak – Sukabumi. Ya nggak apa-apalah, habis dari tadi motor dibawa pelan terus, jadi gatel pengen ngebetot gas lebih dalem. Keep safety tapi ya..

Di daerah Cibolang, Bro Donas menghilang setelah deru toanya berbunyi kencang nguuuiiingggg……..lessss ditunggu-tunggu suaranya tidak terdengar lagi, rupanya beliau langsung belok pulang ke rumahnya. Oke deh bro, makasih udah ngawal rombongan dari awal. Masuk Cisaat saya tidak langsung belok ke arah Mangkalaya, tapi terus ikut rombongan ke arah kota dengan asumsi rombongan akan berhenti di depan Dealer. Eh, tidak tahunya sang RC ( Road captain) terus saja meluncur ke timur, weh..kejauhan atuh saya pulang. Akhirnya saya ngasih tanda ke pak Ayud saya pulang duluan, dan ngasih sen kiri untuk menepi. Setelah itu berputar kembali ke Cisaat dan langsung pulang ke rumah untuk kembali berkumpul dengan istri dan anak tercinta..

Hoaemmm….tunduh euyy…

Bravo BOSCO, Bravo Pulsarian

About these ads

1 Response to “Laporan Perjalanan Touring Kemah Wisata Pelabuhan Ratu (episode 2)”


  1. 1 kumpay
    2 Februari 2009 pukul 9:24 am

    hihih asik aya motor ulang kapileum eunggg ngikngikngikngik


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


BOSCO

Bajaj Owners Community Berdiri sejak 17 Agustus 2008
November 2008
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Situs ini telah dikunjungi

  • 19,216 hits

Photos

More Photos

Lihat Kartu Ucapan Lainnya (KapanLagi.com)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: