PT Bajaj Auto Indonesia (BAI) melahirkan motor sport anyarnya berkapasitas 135, yakni Pulsar 135 LS. Bagi yang menyukai motor sport kelas bawah. Dengan kelahiran Pulsar teranyar ini, Bajaj ingin menjadikan Indonesia negeri para bikers.
Dibanderol Rp 14,7 juta On The Road, Bajaj Pulsar 135 LS dipersenjatai mesin 4 katup DTS-i yang menghasilkan tenaga 13,5 PS, dengan bobot total hanya 122 kg, sehingga menjadikannya benar-benar sebuah motor sport yang ringkas.
Fitur-fiturnya pun jelas menegaskan keunggulan Pulsar 135 sebagai motor sport. Stang jepit, jok terpisah, serta riding position yang agresif membuatnya memiliki keseimbangan yang optimal dari kelincahan dan kenyamanan bermanuver ditengah padatnya lalu lintas perkotaan.
“Merek Pulsar telah sangat melekat dengan segmen motor sport, visi kami menjadikan Indonesia negeri para bikers,” ujar Presiden Direktur BAI, K. S. Grihapathy, saat acara peluncuran Pulsar 135 LS, di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Rabu (14/4/2010)
Fitur lainnya, suspensi belakang Bajaj Pulsar 135 LS pun sudah mengusung suspensi gas NitroX, serta lampu dengan sistem kelistrikan DC, sehingga begitu mesin dinyalakan, lampu langsung menyala. Tentunya hal ini memberikan rasa aman tersendiri bagi pengendara dan orang lain disekitarnya.
Sehingga, mau tidak mau, kehadiran Bajaj Pulsar 135 LS kembali menegaskan eksistensi BAI di pasar roda dua tanah air, khususnya pada segmen motor sport.
Spesifikasi Pulsar 135 LS:
Tipe mesin
4 tak pendingin udara 4 katup SOHC DTS-i
Kapasitas
134.66 cc
Tenaga maksimal
13.5 PS @ 9.000 rpm
Torsi puncak
11.4 Nm @ 7.500 rpm
Transmisi
manual 5 speed
Kapasitas tangki
8 liter
Berat kosong 122 kg
Harga
Rp 14,7 juta On The Road
Kebanyakan motor pada umumnya di Indonesia, hanya menggunakan dua katup untuk yang menggunakan Single OverHead Camshaft (SOHC), namun Bajaj sediakan 4 katup pada konfigurasi SOHC di mesinnya.




Kadang rider tak sadar akan hal-hal kecil. Misalnya gerigi tuas persneling kaki slek karena dimakan usia. Gejalanya kadang tidak kita sadari, saat sedang pindah gigi tiba-tiba tuas persneling tadi ngelos, akibatnya nggak bisa pindah gigi. Kalau kebetulan di gigi satu, ya terus aja di situ atau posisi gigi lainnya. Jelas ini berabe, Bro! Pas dicek, gigi persneling tadi kendur dan nggak bisa mengigit tuas. Biasanya, penguatnya adalah baut ukuran 10 inci. Pas dikencengin tetap aja nggak mengigit. Hati-hati brother, kalau dipaksakan baut tadi bisa patah di dalam, ini bikin sengsara lagi karena tuas nggak bisa dibuka dan tetap dalam keadaan kendur. Untuk itu sampeyan mesti antisipasi. Jika riding di tempat ramai atau banyak bengkel, masalah bisa langsung terselesaikan. Tinggal bawa ke bengkel, tuas persneling diganti, beres! Tapi dalam keadaan darurat misalnya lagi turing yang jauh kemana-mana dan malam hari, sampeyan bisa susah sendiri. Dari berbagai pengalaman peturing ada tips yang layak disimak. “Nggak perlu khawatir apalagi panik, kalem aja, asal brother punya kunci ring 10 dan tang,” jelas Eko Yulianto, mekanik Carburator Springs juga ketua Outsiders Jakarta. Dua alat inilah penyelamat trouble ini. Buka dulu tuas persneling yang slek tadi dengan kunci ring ukuran 10 dan sobat mencari alat bantu, yakni kabel kopling. ”Gunakan tang, potong sedikit kabel ANDRIkopling yang tidak terpakai. Lantas uraikan kabel tadi hingga menjadi serabut,” jelasnya. Serabut besi tadi berguna untuk memberikan permukaan tak rata pada gigi yang sudah slek. Setelah itu tinggal selipkan serabut ke tuas persneling dan kencangkan lagi tuas tadi. Untuk sementara tuas akan menggigit dengan baik. Nah, setelah lepas dari kesulitan tadi brother jangan lupa mengganti tuas yang sudah slek di lain waktu. Tapi bagaimana jika tidak tersedia kabel kopling? Kan enggak mungkin kemana-mana bawa kabel kopling. Namun jangan khawatir atau harap tenang. Bisa diakali dengan diganjal seng atau bekas kaleng minuman ringan. Tapi tentunya tidak sekuat menggunakan kabel kopling.


Komentar